Selasa, 26 Juni 2007

Sebuah Kisah tentang Lahirnya Cerita Peter Pan






NEVERLAND. Nama itu pasti mengingatkan kita pada sebuah negeri dongeng dan seorang tokoh bernama Peter Pan. Di negeri itu, kita akan mendapatkan gambaran sebuah negeri yang indah, seperti surga, di mana anak-anak bisa hidup tanpa pernah menjadi dewasa. Kisahnya yang begitu populer dan sangat dikenal membuat cerita tentang Neverland diadaptasi ke dalam berbagai bentuk seperti novel, komik, cerita bergambar, sampai film. Salah satunya adalah film Finding Neverland.

Namun, tidak seperti cerita kebanyakan yang mengangkat kisah petualangan sosok Peter Pan, film Finding Neverland justru bercerita tentang orang di balik cerita tersebut, James Matthew Barrie.

Barrie (diperankan Johnny Depp) adalah seorang penulis jenius di masanya, yang dalam film itu diceritakan terjadi di Kota London pada 1904. Tetapi, sebagai seorang penulis dirinya merasa bosan dengan tema cerita yang monoton. Hingga, suatu hari, dirinya mendapatkan inspirasi baru ketika bertemu Sylvia Davies (Kate Winslet), seorang janda cantik dengan empat putranya.

Proses menghasilkan mahakarya Peter Pan oleh Barrie memang tidak berjalan mulus. Sebab istrinya, Mary Ansell Barrie (Radha Mitchell) kurang senang suaminya sering melewatkan waktu bersama keluarga Llewelyn Davies di tengah masyarakat Inggris yang masih berpikiran kolot pada saat itu. Begitu pula dengan ibu Sylvia, Nyonya Du Maurier yang diperankan aktris senior Inggris Julie Christie. Namun, Barrie tak menghiraukan rasa tak senang mereka dan tetap bersahabat akrab dengan keempat putra Llewelyn Davies, dan tentunya dengan sang ibu.

Barrie bahkan menyulap sebuah bukit kecil menjadi tempat bermain mereka. Lengkap dengan perahu bajak laut dan membuat pedang-pedangan dari tongkat. Ia menyebut para putra Davies sebagai The Lost Boys of Neverland. Meski, terlihat Barrie hanya berupaya untuk memberikan hiburan kepada anak-anak Davies, ternyata Barrie juga berupaya untuk membuat sebuah karya, yang belakangan ternyata membuat nama Barrie terkenal.

Dari hari ke hari, Barrie menulis cerita berdasarkan apa yang tergambar dalam benaknya ketika bermain bersama anak-anak Davies. Namun, ketika karya ini akan diangkat menjadi pentas teater, banyak orang yang merasa pesimis kalau ceritanya akan menarik perhatian penonton. Tak terkecuali produsernya, Charles Frohman (Dustin Hoffman) yang merasa khawatir Barrie bakal gagal. Pasalnya, baru kali itulah pengarang andal tersebut mengangkat kisah tentang anak-anak.

Toh, rasa pesimis orang-orang tidak dipedulikannya. Barrie tetap merasa yakin kalau cerita tersebut bakalan menarik. Dia pun terjun langsung ke lapangan, melatih para aktor dan mengusulkan berbagai permintaan yang tak terduga. Mulai dari menyuruh mereka terbang di panggung menggunakan slink (kawat kecil untuk mengangkat seorang pemain), hingga berbicara dengan 'peri' yang untuk itu divisualisasikan dengan sebuah cahaya lampu. Sukseskah drama teater Peter Pan yang digelar Barrie?

Di sisi lain, meski tidak terungkap lewat kata-kata, tetapi antara Barrie dan Davies terjalin sebuah kisah asmara. Davies yang kesehatannya melemah setelah ditinggalkan oleh suaminya yang meninggal karena sakit, memang membutuhkan seorang teman yang bisa menjadi 'ayah' dari anak-anaknya.

***

FILM Finding Neverland memang punya jalinan cerita yang menarik. Kisahnya sendiri terinspirasi oleh keakraban Barrie dan keluarga Davies di kehidupan yang sesungguhnya. "Film ini bercerita tentang kekuatan kreativitas dari seseorang yang mampu membawa orang lain ke dunia lain. Selain itu, juga mengisahkan kebutuhan manusia akan ilusi, mimpi, dan kepercayaan yang bisa menjadi inspirasi kita, meski dalam tragedi," ujar sang sutradara, Marc Foster.

Yang jelas, melalui film ini digambarkan bahwa untuk membuat sebuah cerita yang menarik memang bisa saja berasal dari permasalahan-permasalahan yang sederhana, bahkan cuma hasil main-main saja. Kekuatan imajinasilah yang membuat cerita menjadi menarik dan bisa membuat orang terkesima.

Finding Neverland menjadi semakin menarik karena bertabur bintang yang punya karakter peran prima di dalamnya. Film ini berhasil menyatukan aktor dan aktris nominator Oscar seperti Johnny Depp, Kate Winslet, dan Dustin Hoffman. Depp merupakan pilihan utama para produser karena ada sisi kanak-kanak yang hidup dalam dirinya. "Johnny Depp tepat untuk memerankan pria yang tidak ingin dewasa. Ia punya sisi kanak-kanak, ini bisa dilihat dari pilihan peran di film-filmnya yang terdahulu," ujar Foster.

Untuk aktor kawakan Dustin Hoffman, ini merupakan film keduanya yang bertema Peter Pan. Ia pernah memerankan Kapten Hook dalam Hook. Dalam Finding Neverland, karakternya bukan lagi kapten bajak laut bertangan satu itu. Namun, sebagai Frohman, produser sekaligus teman Barrie yang setia.

Tidak hanya itu, setting film ini juga digarap dengan apik, sehingga mampu menggambarkan dengan baik Kota London pada 1904.

Tak mengherankan jika film yang sempat dikritik oleh ahli waris Barrie karena tidak seutuhnya menggambarkan kehidupan penulis itu --dan meski tidak terlalu sukses dalam meraup untung-- banyak dipuji para kritikus film. Salah satu yang memuji adalah National Board of Review, yang menyebut film tersebut adalah film terbaik tahun ini.

1 komentar:

Darmawan mengatakan...

minta review, hary poter yg terbaru dong. gmn bagus tidakkah?

"Berikan sesuatu pada kehidupan, maka kehidupan akan mencukupimu"