Rabu, 18 Juli 2007

Garfield MuaCh.....(^,~) v



Kucing gendut berbulu keemasan, Garfield karya Jim Davis.

Garfield yg konyol...mo menang sendiri tapi lucu banget itu loh, yg oranye warnanya, duch SrIe bgt hehehe Yang paling jelas, dia itu pinter tapi gelo abizzz...pemalas, rakus, sirikan, dan senga...hihihi..makanya lucu...Garfield termasuk jenis kucing Red Tabby Exotic alias Persia versi shorthair.

Sapa yang benci dengan hari senin…?? Hari Senin adalah hari mulai masuk kerja. Hari Senin adalah hari Deadline, hari yang membosankan, dan hari yang ‘berat’. Harus ngadepin client yang selalu complain connection trouble fyuuuhh ABCDE (Aduh BOO Capek Dech Eke) dan ternyata Garfield, dengan status tidak bekerja pun dikenal benci dengan hari senin, karena dia selalu mendapatkan ‘bad luck’ untuk hari yang satu ini. Kok sama ya hehehe LutCu...Bgt sie kamu uuggghht gemesssss.....


DriVe --> Bersama Bintang

senja kini berganti malam

menutup hari yg lelah

dimanakah engkau berada

aku tak tahu dimana


pernah kita lalui semua

jerit, tangis, canda, tawa

kini hanya untaian kata

hanya itulah yg aku punya


reff:

tidurlah selamat malam

lupakan sajalah aku

mimpilah dalam tidurmu

bersama bintang


sesungguhnya aku tak bisa

jalani waktu tanpamu

perpisahan bukanlah duka

meski harus menyisakan luka


repeat reff



Sumber: LirikLaguIndonesia.Net

Selasa, 17 Juli 2007

Harry Potter and The Order of The Phoenix

KISAH penyihir bocah Harry Potter, kini memasuki era baru. Bukan lantaran Harry Potter [Daniel Radcliffe] sudah naik kelas di Hogward School, tapi saat ini kita bakal melihat sosoknya yang lebih dewasa, suara berat dan sudah berani ciuman bibir. Tak cuma itu, lawan-lawan yang dihadapi anak James Potter ini juga makin kuat.

Suatu siang, Potter sedang bermain di salah satu taman. Sampai akhirnya datang saudara serumahnya, Dudley Dursley [Harry Melling]. Seperti biasa, saudara Potter yang gendut dan suka mencela ini, bareng teman-teman `mugle] [ini sebutan penyihir untuk manusia di film ini --red] mencacimakinya sepuas hati. Ketika Harry mulai lepas kontrol, tiba-tiba langit gelap dan muncul dua Dementor [satu makhluk seperti tengkorak, bisa terbang, suka menyedot kehidupan lewat mulutnya]. Potter dan Dudley nyaris tersedot, sampai akhirnya Potter mengeluarkan sihirnya. "Kesalahan" inilah yang jadi awal cerita "HARRY POTTER And The ORDER Of The PHOENIX".

Setiba di rumah keluarga Dursley, Harry Potter mendapat surat yang isinya, dikeluarkan dari sekolah sihir Hogward karena menggunakan sihir di depan mugle atau manusia. Salah satu pantangan para penyihir adalah dilarang menggunakan sihir untuk kepentingan apapun di depan manusia. Dan Harry sudah melanggarnya.

Tak serta merta cabut dari sekolah sihirnya, karena Harry ternyata masih "dibantu" kepala sekolahnya, Albius Dumbledore. Harry hanya perlu memberikan penjelasan kepada kementrian sihir dalam satu sidang. Dan Harry lolos.

Berita Lord Voldemort kembali pun menghebohkan. Sayangnya, Potter dan Dumbledore malah dianggap sebagai penyebar kabar bohong. Mereka berdua "dihujat" di Koran Daily Prophet. Bahkan teman-teman Potter pun banyak yang mencibirnya, kecuali tentu saja sohib dekatnya, Ron Weasley [Rupert Grint] dan Hermione Granger [Emma Watson]. Harry juga masuk dalam Order Of The Phonix, salah satu bentukan Dumbledore untuk melawan Voldemort. Ternyata pula, disana ada Sirius Black, ayah baptis Potter.

Voldemort pun bertambah kuat dan ujudnya makin sempurna. Anak buahnya pun makin terang-terangan menampakkan jati dirinya. Voldemort mengincar satu barang yang tidak pernah didapatnya ketika sekolah sihir di Hogward. Apa itu?

Kisah ini memang menjadi kisah yang paling "gelap" dari sosok Harry Potter. Selain karena musuhnya bertambah, Harry juga harus kehilangan orang yang dicintainya. Belum lagi pandangan kawan-kawannya yang nyinyir dan meremehkannya. Ditambah paman dan bibinya, Petunia dan Vernon Durdsley yang selau menyalahkan setiap Dudley mendapat masalah.


Film keempat ini, masih menarik untuk diikuti. Kualitas akting pemainnya juga makin menyatu dengan karakternya. Apalagi, mereka main dari awal, paling tidak kekuatan aktingnya cukup memadai. Tapi film ini akan memberi kesulitan buat kamu yang belum membaca bukunya. Pasalnya, ada beberapa nama dan adegan yang selalu muncul dan berkaitan dengan kisah-kisah sebelumnya. Di film ini, Potter sudah jatuh cinta dan berani terang-terangan mencium seorang perempuan. Siapa dia?

Efek visualnya tidak terlalu mengejutkan lagi. Penambahan hanya pada beberapa mantra yang terdengar baru. Jangan berekspektasi berlebihan, karena beberapa adegan yang seharusnya bisa dibuat dramatis, ternyata berlalu biasa-biasa saja. Keharuan-keharuan yang seharusnya bisa terlihat lebih kuat, menjadi datar karena tampaknya hanya "mengejar" visual yang dipaksa mirip dengan sebagian cerita di bukunya.

Jujur saja, buat penulis, versi bukunya lebih menggigit. Film ini memang membantu bayangan penulis dalam visualisasinya. Selebihnya, menarik sebagai tontonan tapi memberikan efek kejut, tampaknya tidak terasa mengejutkan lagi.
"Berikan sesuatu pada kehidupan, maka kehidupan akan mencukupimu"